Ekonomi dan society


 
IndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Mengolah Hidangan Tradisional

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
firststep
Admin


Jumlah posting : 1221
Join date : 16.07.09

PostSubyek: Mengolah Hidangan Tradisional   Wed Aug 26, 2009 6:45 am

Masakan dan kue tradisional sangat khas. Baik pada jenis bahan, komposisi bahan, maupun cara pembuatannya. Karena itu sebelum membuat resep-resep persembahan kami dalam buklet ini, pahami dulu tip berikut ini.

Bumbu
Hidangan tradisional Indonesia berbumbu banyak. Jenisnya banyak, bumbunya pun tak sedikit. Tiap bumbu punya karakter dan penanganan khusus yang berbeda. Mari kita lihat.

Kemiri
Kemiri berguna membuat masakan jadi gurih. Sebelum diracik bersama bumbu lainnya, sangrai dulu. Supaya menyangrainya tidak butuh waktu lama, memarkan dulu lalu letakkan di wajan. Aduk-aduk sampai kecokelatan. Nah, sekarang kemiri tidak lagi membuat masakan bau langu.

Ketumbar & merica
Bentuknya mirip, tetapi aromanya berbeda. Keduanya sama-sama harus dihaluskan dulu sebelum dipakai. Ketumbar dan merica disarankan disangrai dulu agak lama menjelang dihaluskan. Tujuannya untuk mengeluarkan aromanya.

Terasi
Terasi bukan cuma bisa memperlezat sambal, tetapi juga digunkan untuk menaikkan aroma masakan. Sebelum digunakan, bakar dulu. Taruh saja terasi di atas penggorengan tanpa minyak. Bolak-balik sampai matang. Untuk menghindari hangus, bisa juga terasi dibungkus dulu dalam aluminium foil.

Kunyit
Kunyit membuat masakan jadi berwarna menarik. Selain itu juga mengurangi rasa amis masakan. Sayangnya, kunyit getir rasanya, tetapi rasa getir itu bisa dihilangkan kalau kunyit dibakar dulu. Tusuk kunyit dengan tusuk sate. Bakar di atas api. Setelah kehitaman, kupas kulitnya. Kunyit siap digunakan.

Menghaluskan Bumbu
Menghaluskan bumbu bisa dilakukan dengan cara diulek, ditumbuk, atau diblender. Keuntungan diulek dan ditumbuk, aroma cobek atau lumpang ikut masuk dalam bumbu, tetapi butuh waktu yang lama. Sedangkan bumbu yang diblender cuma butuh waktu sekejap saja. Jangan tambahkan air ke dalam blender kalau bumbu harus ditumis, tetapi tambahkan 2 sendok makan minyak.

Menumis Bumbu
Sebagian besar masakan tradisional dibuat dengan cara ditumis dahulu. Menumis bumbu harus dilakukan di dalam minyak panas dan api cukup besar supaya aromanya langsung keluar.

Bumbu Dedaunan

Aromatik masakan dalam bentuk daun (herbs) seperti daun bawang, daun jeruk, jangan dimasukkan waktu menumis. Masukkan daun bawang, daun jeruk, dan daun kemangi menjelang diangkat supaya aromanya tidak keburu menguap.

Cabai

Cabai merah ada dua macam, yakni cabai merah besar dan cabai keriting. Cabai merah besar tidak terlalu pedas, tetapi memberi warna merah yang menarik pada masakan. Cabai merah keriting pedas rasanya, tetapi warnanya kurang merah. Untuk hasil dan rasa yang memuaskan, gunakan kedua macam cabai tersebut.

Asam
Asam membuat masakan lebih kaya rasa. Jangan gunakan asam utuhnya. Rendam asam di dalam air. Aduk sampai asam larut lalu saring. Gunakan airnya.

Santan
Jangan memasukkan santan kental ke dalam masakan di awal memasak. Gunakan santan encer dulu agar kuah masakan tidak pecah. Santan kental dimasukkan menjelang masakan diangkat. Tujuannya agar kuah tidak pecah.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://firststeply.forumotion.com
 
Mengolah Hidangan Tradisional
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» YoYo
» Efek-Efek dan kegunaan pada photoshop

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ekonomi dan society :: MASAKAN :: pernak-pernik memasak-
Navigasi: